Pasar Malam di Tanggetada Ada Unsur Judi ?

  • Whatsapp

Kolakaonline – Kegiatan pasar malam digelar di lapangan Kelurahan Anewoi Kecamatan Tanggetada di buka sejak Rabu (27/11) lalu. Salah satu permainan yang dibanjiri warga setempat di arena pasar malam tersebut adalah bola-bola. Pada permainan ini, warga cukup membayar Rp10 ribu, selanjutnya akan mendapatkan 8 lembar kupon. Kupon inilah yang dipasang untuk mendapatkan hadiah. Jika pasangan tak menang, maka pemain harus rela kehilangan uang yang dibelikan kupon tadi.

“Harga kupon yang sering saya beli Rp10 ribu dapat delapan lembar kupon, nanti itu yang dipasang,” ungkap Burre warga sekitar kecamatan Tanggetada.

Read More

Burre mengakui kegiatan pasar malam di kampungnya tersebut sudah berlangsung sekitar tiga hari.

Pemuda setempat, Erman menilai permainan Bola-bola mengandung unsur judi. Hanya saja permainan satu ini, kata Herman ditampilkan dengan kemasan lebih modern.

“Sebenarnya kalau dipikir itu judi, hanya saja yang tampil itu kupon, tapi kan yang dipakai untuk membeli kupon itu uang, dengan iming-iming hadiah rokok yang juga dibeli pakai uang. Jadi yang sebenarnya itu uang dipertaruhkan untuk dapat uang,” tambahnya.

Erman juga mengatakan permainan bola-bola terbilang mudah, mengingat hanya membeli rokok 1 bungkus bisa dapat 10 lembar , sudah bisa bermain.

“Caranya gampang kalau sudah beli kupon sudah bisa main, dan kalau kalah yah tidak bawa hadiah, tapi kalau menang bawa pulang rokok,” katanya.

Warga lainnya, menuturkan permainan bola-bola setiap malam dibanjiri penggemarnya.

“Mungkin pasar malam ini di Tanggetada sekitar 30 hari dan saya prediksi , setiap malamnya itu ramai terus. Maraknya permainan yang diduga sarat unsur judi di pasar malam ini mengundang sorotan berbagai kalangan. Pasar malam ini merupakan milik publik sehingga tidak boleh ada peruntukan lain selain transaksi jual beli.

“Dispenda sebagai leading sektor dalam pengelolaan pasar, tidak boleh membiarkan hal itu. Dan terkait dengan indikasi perjudian itu ranahnya sudah pidana, sehingga kepolisian harus menyikapinya,” jelas Ali. (Dadang)

















































































Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *