Advertisement

Kolakaonline – Dalam pemerintahan Bupati Kolaka H.Ahmad Safei pembangunan infrastruktur menjadi preoritas utama. Misi pembangunan infrastruktur melekat dalam perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR). Mengenai soal belum diaspalnya jalan di desa Popalia Kecamatan Tanggetada yang menjurus ke Kampus Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka bertahap akan dilakukan.

Kepala Bagian Humas Pemkab Kolaka Amri saar dikonfirmasi kolakaonline.com mengenai jalan menuju kampus USN di Tanggetada mengatakan Pemda Kolaka sebagaimana salah satu misi bupati yakni prioritas pembangunan infrastruktur, itu terus dilanjutkan pada periode 2019-2024.

“Program pengaspalan jalan dan peningkatan pembangunan jalan di kolaka melekat di dinas PU-PR sesuai laporan yg masuk bahwa 5 tahun terakhir pembangunan dan peningkatan jalan kabupaten yang rusak sekitar 800 kilometer dan secara bertahap itu sudah diselesaikan sekitar 76 persen. Pemkab masih berupaya untuk mengaspal beberapa titik jalan di beberapa wilayah di Kolaka termasuk di kecamatan Tanggetada,” ujar Amri.

Amri juga mengatakan semua stakeholder dikolaka sepakat bahwa USN Kolaka merupakan aset dan menjadi kebanggaan masyarakat Kolaka yang perlu didukung dalam rangka pembangunan SDM di Kolaka. Peningkatan SDM menjadi prioritas pertama dalam visi dan misi bupati Kolaka.

“Pa Bupati Kolaka (H.Ahmad Safei) selalu mengatakan kabupaten yang punya universitas negeri itu cuman ada dikolaka dan itu adalah USN Kolaka, itu salah satu bentuk dukungan moral,” tuturnya.

Persoalan pembangunan jalan menuju kampus USN, status jalan itu jelas, yaitu jalan desa yang otomatis menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah. Namun perlu diketahui panjang jalan dari poros Tanggetada menuju kampus USN cukup panjang, dari sisi perencanaan ada yang namanya prioritas untuk dilaksanakan.

“Program bupati setiap kecamatan khusus infrakstruktur jalan itu dua kilometer pertahun, bukti jika jalan menuju kampus USN menjadi prioritas untuk tahun 2018 kecamatan Tanggetada desa Popalia yang menuju kampus USN itu dapat pengaspalan kurang lebih dua kilometer. Untuk diketahui program pengaspalan kenapa dua kilimeter setiap kecamatan karena banyaknya jalan kabupaten yang harus dibenahi kemudian Pemda masih fokus untuk menata jalan ibu kota kabupaten.Masalah yang ada yaitu keterbatasan anggaran didaerah. Bayangkan harga 1 kilimeter jalan aspal hotminya nilai sekarang itu 1,4 miliar. Karena itu tahun depan 2019 ini Pemda berupaya untuk masukkan perencana jalan ke kampus USN melalui dana DAK infrastruktur yang ada dikementrian PU PR,” papar Amri.

Wartawan : Dadang

Advertisement



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here