Advertisement




Kolakaonlie- Masalah Stunting atau anak kerdil disebabkan karena kekurangan gizi kronis pada balita yang menyebabkan fisik dan otak nya kerdil serta tumbuh kembang nya terhambat.

“Kekerdilan akan menyebabkan menurunkan Kualitas sumber daya manusia,” ujar kepala dinas Kesehatan Kolaka Harun Masirri, Senin (5/8/2019)

Lanjut Harun Pemerintah kabupaten Kolaka dan masyarakat harus serius menangani masalah Kekerdilan yang telah terjadi di Kolaka.

“Penanganannya yaitu di mulai dari 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dimulai sejak dari dalam kandungan sampai usia 2 tahun,” kata Harun.

Masih kata Harun Stunting atau kekerdilan di sebabkan oleh faktor multi dimensi antara lain praktek pengasuhan yang tidak baik, kurangnya pemahaman tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, pemberian Asi eksklusif, tidah menerima MP- Asi, terbatasnya layanan kesehatan, kehadiran di Posyandu kurang, kurangnya akses makan bergizi, kurangnya akses air bersih dan sanitasi, jamban.

“Di Indonesia saat ini angka Stunting atau kekerdilan mencapai 30,08 % artinya 1 dari 3 Balita di Indonesia terinspirasi Stunting dan Kolaka mencapai 26,9%,” ujarnya,” tambah Harun.

Untuk mencegah dan menurunkan Stunting di Kolaka harus di lakukan secara multi sektoral dan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, pers, dan lembaga swadaya masyarakat.

“Kita berharap dengan konvergensi yang dilakukan dapat mencegah dan menurunkan Stunting di Kolaka untuk generasi yang berkualitas mewujudkan Kolaka yang semakin maju, Berkeadilan dan Sejahtera,” tutur Harun.

Wartawan : Dadang

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here