Advertisement




Kolakaonline- Menghadapi Idul Adha 1440 hijriah, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka akan memulai melakukan pengecekan kesejumlah hewan kurban pada (8/8/2019) mendatang.

Demikian dikatakan dokter hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kasmawati kepada kolakaonline.com, Rabu (7/8/2019)

“Untuk pemeriksaannya kita sudah membuat tim teknis untuk pengawasan pemeriksaan hewan kurban,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, petugas yang tersebar ada 20 orang. Jumlah tersebut cukup untuk mengawasi seluruh sapi di wilayah Kabupaten Kolaka yang ada di kecanatan -kecamatan.

“Petugas kita masing-masing ada di kecamatan,”ungkapnya.

Tim yang disebar, kata dia, nantinya akan melakukan pemeriksaan post mortem dan ante morten. Artinya posmortem itu setelah hewan dipotong dan antemortem sebelum hewan dipotong.

“Untuk pemeriksaan hewan sebelum dipotong, tahun lalu ada sekitar 189 hewan kita periksa kalau untuk tahun 2019 ini belum masuk datanya,” bebernya.

Masih kata Kasmawati, petugasnya nanti, bakal melakukan pengecekan tiap hewan kurban. Hewan yang dinyatakan sehat bisa langsung di potong.

“Kalau ada hewan kurban yang sakit, kita lakukan pelayanan untuk pengobatan dan kita pisahkan, tapi sampai saat ini hewan kurban di Kolaka sehat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tanda-tanda hewan kurban yang sakit secara kasat mata dapat dilihat dari mata yang berair, dan mengalami diare, selebihnya harus dilakukan pemeriksaan organ dalam hewan tersebut.

“Selain berpenyakit, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat jika hewan kurban tersebut pincang, tanduknya patah ataupun buntutnya putus sebaiknya masyarakat mempertimbangkannya untuk menjadi hewan kurban,” tambahnya.

Lanjut ia mengatakan penyakit yang kita khawatirkan biasanya menyerang hewan adalah penyakit anthrax. Karena itu pemerintan kabupaten Kolaka harus melakukan pengawasan dari mana daerah asalnya. Apakah ada surat keterangan sehatnya dari daerah asal.

“Cek kesehatan hewan kurban itu penting untuk dilakukan. Hal itu untuk mencegah penyakit yang dapat menular pada manusia seperti penyakit Antrax. Selain itu ada juga penyakit jembrana dan cacing hati. Kalau cacing hati biasanya kita lakukan pemeriksaan saat pemotongan,” tandasnya.

Wartawan: Dadang

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here