Advertisement




Kolakaonline- Kegiatan rutinitas Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) setiap bulan berjalan dengan agenda Rapat Koordinasi Pendamping desa bersama dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kolaka, dalam Rakoor tersebut membahas terkait penguatan kapasitas kinerja pendamping desa baik tataran Tenaga Ahli dan Pendamping Pemberdayaan Desa, Pendamping Desa Tehnik Infrastruktur dan Pendamping Lokal Desa.

Dalam pembukaan rakoor tersebut Kepala Dinas PMD Akbar S.Sos, mengatakan Pendamping Desa diharapkan mengawal Dana Desa melalui pendampingan terhadap desa baik perencanaan, penganggaran dan Evaluasi guna menciptakan pengelolaan dana desa sesuai dengan aturan yang ada.

“Pendamping desa harus memperharikan masalah yang ada di lapangan terutama terkait Pemdataan Stunting Desa,” ujarnya.

Stunting adalah masalah bersama, karena penanganan Stunting di Desa adala kegiatan prioritas Nasional, dengan demikian perlu pendataan ke masyarakat untuk mendapatkan data yang akurat, kaitan data Stunting desa dengan pemerintah desa adalah guna menekan persentase stunting.

“Setelah mendapatkan data stunting yang akurat, maka selanjutnya pemerintah desa mengidentifikasi masalah apa yang perlu diambil untuk kemudian dimasukkan dalam perencanaan desa yang termuat di dokumen RKP Desa dan RAPB Desa tahun 2020,” tuturnya.

Kegiatan rakoor pendamping di gedung aula DPMD mulai dini hari, Kamis, 8 sampai 9 Agustus 2019.

Adapun Tenaga Ahli Sugiarto yang selaku pemateri diharapkan peran Pendamping Lokal Desa agar efektif dalam pendampingan terhadap Kader Pemberdayaan Manusia yang ada di Desa, terkait Pendataan 1000 Hari Kelahiran Pertama (HPK) dengan melibatkan Unsur Perintah desa.

“Kegiatan pendataan ini dipastikan selesai 31 agustus 2019, karena data Stanting akan jadi bahan rujukan Bupati untuk di Musyawarakan di tingkat Kabupaten Melalui Rembuk Stanting dengan melibatkan SKPD terkait,” tuturnya.

Wartawan : Asgar

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here