Advertisement

Kolakaonline – Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka menyelenggarakan pertemuan koordinasi lintas sektor lintas program dalam rangka identifikasi masalah hasil analisis data stunting.

Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Harun Masirri mengatakan pada tahun 2018 jumlah anak stunting berjumlah 328 orang dan tahun 2019 turun menjadi 268 orang.

“Untuk Kecamatan Kolaka dari 40 orang menjadi 16 orang. Kecamatan Baula dari 39 menjadi 31 orang. Kecamatan Watubangga dari 118 orang menjadi 18 orang. Alhamdulillah kasusu stunting di Kolaka menurun,” ujar Harun.

Lanjut Harun, Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga tinggi anak terlalu pendek untuk seusianya.

“Stunting berkembang dalam jangka panjang karena kombinasi dari beberapa atau semua faktor-faktor yaitu Kurang gizi kronis dalam waktu lama, Retardasi pertumbuhan intrauterine, Tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, Perubahan hormon yang dipicu oleh stres dan Sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak,” ujar Kadis.

Semantara itu Asisten III bidang adiministrasi umum DR. IR. H. Kasim Madaria, MM mengatakan saat ini tugas masing-masing OPD dalam percepatan penurunan stunting kembali menurunkan Stunting adalah Dinas PUPR melakukan sanitasi pedesaan padat karya dan PAMSIMAS/SPAM Pedesaan, Dinas Pendidikan menyelengarakan PAUD, kelas Parenting, penguatan UKS dan bantuan sanitasi sekolah sedangkan Dinas Sosial : mengadakan FDS pada PKH dan KPM.

“Untuk Dinas Ketahanan Pangan adalah program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Kawasan Mandiri Pangan. Dinas Perikanan untuk Pemasaran dan Promosi Hasil Perikanan, Dinas PP dan PA Kolaka Sosialisasi gizi seimbang, kesehatan reproduksi dan bahaya merokok bagi anak dan keluarga kemudian Dinas Komunikasi dan Informatika akan melakukan kampanye nasional terkait stunting.

Wartawan: Dadang

Advertisement



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here