Advertisement

Ambon, Kolakaonline- Kongres kemaritiman GMNI yang di selenggarankan di cristian center kota ambon dengan tema “Mempertegas Posisi Kedaulatan Maritim Indonesia Untuk Kepentingan Nasional Berbasis Kepulauan Berdasakan Pancasila”

Kongres yang dibuka secara resmi oleh Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Peter Batubara, di Gedung Islamic Center Kota Ambon pada 28 November 2019, dan agenda sidang-sidang pleno hingga penutupan berlangsung di Gedung Kristian Center sejak 29 Oktober 2019 hingga selesai.

Kongres merupakan forum tertinggi didalam sautu organisasi dan sudah pasti dinamika yang tarjadi pasti sangat luar biasa dan itu sudah menjadi hal yang wajar dalam forum tertinggi ini

Wahyu ramadhan selaku delagasi peserta kongres dari DPC Kolaka sangat kecewa dan mengsesalkan terhadap sikap dan perlakuan yang dilakukan oleh ketua umum DPP GMNI bung Robaytullah dan Sekjen Bung Clance Teddy yang tidak hadir dalam persidangan guna untuk menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) DPP GMNI priode 2017-2019.

“Perlakuan tersebut sangat tidak bertanggung jawab dan tidak pantas di lakukan oleh seorang figur pemimpin,” ujar Wahyu dalam rilis yang dinterima kolakaonline.com Selasa (3/12/2019).

Ditambah dengan adanya kabar telah terpilihnya Bung Arjuna dan Bung Dendy yang di laksanakan di hotel Amaris itu merupakan tindakan inkonstitusional yang tidak sesuai aturan dan mekanisme persidangan.

“Bagaimana mungkin ada pemimpin baru di DPP sementara kongres masih bersalangsung di aula cristian center, sungguh sesuatu hal yang sangat lucu dan tentu ini akan menjadi lelucon sejarah kedepan untuk mereka yang melakukan hal ini” ujar bung Wahyu.(Redaksi)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here