Desaku

Sudah Bayar Rp.45 Juta Internet Desa Belum Juga Aktif

Kolakaonline- Hingga saat ini informasi permasalahan internet desa di Kolaka kian ramai. Masalah tersebut terjadi saat penyedia layanan internet bekerja tidak sesuai kontrak. Misalkan saja di desa Wulonggere Kecamatan Polinggona, Desa ini mengaku telah menyetorkan dana Rp.45 juta kepada rekanan, namun hingga (15/12_2019) internet di desanya belum juga aktif.

Kepala desa Wulonggere Suwarto saat di konfirmasi kolakaonline.com mengatakan ia tidak mengetahui pasti apa permasalahan pada rekanan yang akan memasang alat internet. Hingga Minggu (15/12/2019) internet belum juga aktif.

“Saya sudah membayar Full pada rekanan namun hingga saat ini internet juga belum di pasang dan aktif,” kata Kepala desa.

Suwarto juga mengatakan jika memang rekanan tidak bisa melanjutkan karena ada permasalahan sebaiknya rekanan menggembalikan dana pemasangan internet.

“Saya sudah setor Rp.45 juta namun baru tower yang berdiri, untuk peralatan lain belum ada sampai sekarang. Saya tidak mau bermasalah karena internet ini. Pastinya kita desa Wulonggere telah lunas namun rekanan yang tidak memenuhi kewajibannya,” ujar Suwarto.

Semantara itu Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kolaka Rahmat saat di konfirmasi mengenai masalah internet desa di Kolaka, ia menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak koordinasi dari penyedia jasa internet di desa kepada dinas Pemdes Kolaka.

“Kita tidak tau kalau ada masalah pada internet desa, pasalnya yang melakukan kontrak adalah penyedia jasa internet adalah kepala desa dan perusahaan jasa internet. Bahkan saya juga tidak tau 3 perusahaan yang mengerjakan internet desa di Kolaka,” katanya.

Masih kata Rahmat, ia juga mengaku telah mengingatkan kepada kepala desa dan penyedia internet untuk saling memenuhi kewajibannya.

“Untuk kepala desa yang telah di pasang jaringan internet segera selesaikan pembayarannya kepada rekaman internet. Kemudian untuk rekanan yang memasang jaringan internet desa harus memenuhi kewajibannya jika desa sudah membayar full. Untuk anggaran desa pemasangan internet kisaran Rp. 30 juta sampai Rp.45 juta. Pastinya kita sudah ingatkan keduanya, kalau ada masalah kita tidak tau,” papar Rahmat.

Wartawan:Dadang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button