Pasar Unik Di Kebun Bambu

  • Whatsapp

Di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terdapat pasar tradisional unik yang baru saja diluncurkan yaitu Pasar Pring Sambeng. Pasar ini mengusung tema bambu yang selama ini diberdayakan oleh masyarakat sekitar.

Pasar Pring Sambeng terletak di Desa Sambeng Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Desa Sambeng terkenal sebagai tempat para perajin perabot rumah tangga dari bambu. Potensi alam berupa banyaknya tanaman bambu, keahlian membuat kerajinan bambu dan kepiawaian warga membuat aneka olahan makanan tradisonal menginspirasi warga membuat pasar tradisional dengan tema bambu.

Aslan, salah satu pengelola Pasar Pring Sambeng mengungkapkan, pasar yang dibangun bersama masyarakat Desa Sambeng ini terletak di kebun bambu, dan itulah yang menjadi salah satu ciri khas pasar ini.

“Berbeda dengan pasar pada umumnya, Pasar Pring Sambeng digelar di bawah pohon bambu. Hal ini menambah kesan asri dan alami yang membuat pengunjung betah di sini karena hawanya yang sejuk. Hal ini juga yang membuat pasar ini dinamakan Pasar Pring Sambeng yang diambil dari kata ‘pring’ yang berarti bambu,” ucapnya kepada purworejo24.com.

Aslan menambahkan Pasar Pring Sambeng ini hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu yaitu cuma 2 kali dalam waktu selapan (35 hari dalam kalender Jawa).

“Pasar Pring Sambeng hanya buka 35 hari dua kali, yaitu pada hari Minggu Legi dan Minggu Kliwon,” ucapnya usai acara.

Pihaknya mengungkapkan pasar ini dibuka untuk pertama kalinya dengan berbagai macam pertunjukan antara lain Tari Dolalak, Hadroh, Kuda Kepang, dan Teater Anak.

“Hari ini kita launching untuk pertama kali dan kita menampilkan beberapa kesenian untuk memeriahkan acara kita hari ini,” ujarnya.

Berbagai jajanan pasar dijual berjejer di pasar ini, mulai dari Clorot, Gebleg, Kue Lompong, Kue Satu Purworejo, dan masih banyak lagi.

“Kita juga menjual aneka makanan khas Purworejo khususnya kuliner khas Sambeng,” ucapnya.

Selain makanan dan minuman, warga juga berjualan aneka peralatan rumah tangga yang terbuat dari bambu yang merupakan produk khas Desa Sambeng. Diantaranya adalah cething, tenggok, kranjang, siwur, tampah, dan besek.

Abdul Jalil, salah satu pengunjung dari Kelurahan Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo, mengungkapkan bahwa dirinya ke Pasar Pring ini karena penasaran. Menurutnya di Purworejo belum ada pasar tradisional dengan konsep seperti ini.

“Saya penasaran, ke sini bersama teman-teman saya karena menurut kami ini sangat unik dan perlu kita dukung untuk berkembang,” katanya.

Sumber berita : purworejo24.com.















Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *