Tingkatkan Kepatuhan Persalinan, Dukun Bayi dan Bidan di Kolaka Bermitra

  • Whatsapp

KolakaOnline- Untuk lebih meningkatkan angka kepatuhan masyarakat saat persalinan, Dinas Kesehatan Kolaka melakukan inovasi baru. Inovasinya adalah menjadikan dukun bersalin menjadi mitra kerja di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Drs.Harun Masirri melalui kepala seksi Kesda dan Gizi Ruhaeda mengatakan dinas kesehatan Kolaka telah melaksanakan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi, ini menjadi salah satu terobosan yang bermuara untuk menurunkan resiko kematian ibu dan Anak saat proses persalinan.

“Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi juga merupakan metode yang tepat karena permasalahan kesehatan merupakan permasalahan yang multi dimensi. Kita sudah lakukan pertemuan 14 bidan dan dukun bayi pada 2020, jadi saat ini Dukun dan bidan sudah bermitra,” tuturnya, Selasa (5/1/2021)

Lanjut Ruhaeda, program kesehatan bisa berjalan tanpa harus meninggalkan unsur kebudayaan setempat atau dengan pendekatan kearifan lokal, peran Dukun Bayi yang masih dipercayai oleh masyarakat dan dengan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi ini memiliki peran masing-masing peran, yaitu Bidan sebagai penolong persalinan dan Dukun Bayi sebagai pendamping.

“Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi adalah bentuk kerja sama yang saling menguntungkan dengan prinsip keterbukaan, kesetaraan dan kepercayaan dalam upaya menyelamatkan ibu dan bayi,” tambahnya.

Untuk saat ini tradisi melahirkan di dukun masih ada bakna tiga kecamatan yang masyarakatnya masih menggunkan persalinan dengan dukun ada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Iwoimendaa, Tosiba dan di latambaga, dengan pertemuan yang pernah di lakukan pada 2020 maka disepakati bahwa dukun bayi harus melaporkan jika ada ibu hamil di wilayahnya, mengantarkan ibu bersalin ke tempat fasilitas kesehatan, tidak melakukan persalinan serta tidak memandikan bayu yang baru lahir sebelum tujuh jam.

“Dukun bayi tidak boleh melakukan tindakan lainya tanpa pendampingan atau arahan bidan. Dukun di perbolehkan melakukan perawatan bayi setelah proses persalinan dan dengan izin dari bidan. Harapan dinas kesehatan semua masyarakat kolaka melakukan konsultasi kesehatan pada fasilitas kesehatan yang ada, dinas kesehatan sudah menyiapkan bidan di setiap desa,” tutur Ruhaeda.

Wartawan : Dadang

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *