Dilarang Melintas Gara-gara Muatan Over Kapasitas, Puluhan Sopir Truk Blokir Jalan

  • Whatsapp

Kolakaonline- Puluhan mobil truk pengangkut barang dari Kota Makassar Sulawesi Selatan terpaksa dihentikan  petugas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Sabilambo Kabupaten Kolaka. Pemberhentian kendaraan tersebut karena memiliki  muatan melebihi kapasitas atau over kapasitas.

Tak terima hal itu, puluhan sopir terpaksa melakukan aksi protes dengan memblokir jalan nasional yang berada tepat di depan Kantor UPPKB Sabilambo, Selasa (12/10/2021).

Perwakilan sopir truk Acang mengatakan, pemblokiran jalan terpaksa dilakukan karena  pihak  UPPKB Sabilambo tidak mengizinkan mereka melintas. Padahal mereka sudah bersedia ditilang karena telah melanggar. Akan tetapi, kesediaan mereka untuk ditilang tidak direspons pihak UPPKB Sabilambo.

“Kami para sopir mau ditilang tapi pihak UPPKB menolak. Kata mereka, angkutan kami harus dibongkar karena muatannya over kapasitas. Kami tidak bisa membongkar karena banyak biaya yang harus kami keluarkan apalagi tenaga kami terbatas karena dari Makassar, sehingga kami lakukan protes dengan memblokir jalan. Kami sudah sehari di sini tanpa ada solusi dari pihak UPPKB Sabilambo,” kesalnya.

Dirinya mengakui kendaraan yang dibawanya sering kali memuat barang melebihi kapasitas. Hal ini terpaksa dilakukan  untuk mengejar target agar hasil yang diperoleh bisa memuaskan. Sehingga dirinya berharap ada solusi dari pihak terkait.

“Kami berharap bisa diberi kebijakan untuk sementara biar kami bisa melintas,” pintanya.

Menyikapi aksi para sopir,  Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) UPPKB Sabilambo, Irjan Idrus mengatakan pihaknya sudah berulang kali menyampaikan kepada para sopir agar tidak mengangkut muatan melebihi kapasitas.

Sebab, pemerintah pusat telah memberlakukan aturan di semua wilayah yang ada di Indonesia agar menindak para sopir yang mengangkut barang yang melebihi kapasitas.

“Jadi akar permasalahan terkait pemblokiran jalan yang dilakukan para sopir truk, akibat kendaraan yang mereka bawa itu melebihi kapasitas atau over kapasitas,” akunya.

Pihaknya mengaku sudah menyampaikan kepada para sopir baik sopir mobil kecil seperti pikup, sedang, dan mobil sepuluh roda agar menaati aturan tersebut. Bahkan pihaknya sudah pernah melaksanakan sosialisasi sejak tahun 2020 lalu sesuai yang diamanahkan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI.

Menurut Irjan, keinginan para sopir untuk ditilang memang tidak ditanggapi, karena jika tilang diberlakukan maka para sopir otomatis masih akan melakukan pelanggaran. Sehingga pihaknya tidak memberi ruang untuk dilakukan penilangan melainkan dengan memberikan solusi lain yaitu transfer muatan ke mobil lain. Akan tetapi kebijakan tersebut tidak diterima para sopir dengan alasan sopir tidak cukup biaya untuk membongkar sebagian barangnya.

“Jika kita menerapkan sistem tilang maka tidak akan habis permasalahan. Bahkan masalah (over kapasitas) ini akan terus berlanjut. Padahal pemerintah sudah menargetkan pada tahun 2023, kendaraan  Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Saat ini, kata dia,  para sopir yang mengangkut muatan melebihi kapasitas  tidak mau mentransfer muatannya kr mobil lain dengan dalih  biaya mereka tidak cukup. Di sisi lain, pihaknya harus menjalankan aturan sesuai perintah pimpinan. (***)

Wartawan : Dadang













Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *