Angka Stunting di Kolaka  Menurun

  • Whatsapp

Kolakaonline- Pemerintah Kabupaten Kolaka terus berupaya melakukan pencegahan dan penanganan stunting. Stunting merupakan kondisi anak dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya.

Untuk mengantisipasi meningkatnya angka stunting di Kolaka, Dinas Kesehatan menggelar publikasi data stunting (aksi 7) tingkat kabupaten tahun 2021.

“Dalam kegiatan pablikasi data ini, dapat dilihat angka stunting dan wilayahnya. Setelah diketahui maka semua elemen melakukan penekanan dan pendekatan dalam pemenuhan kebutuhan bayi yang diduga stunting,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Drs Harun Masirri.

Menurutnya kasus stunting di Kolaka terus mengalami penurunan dari 14,8 persen menjadi 12,2 persen. Kondisi ini menandakan Kolaka terus mengalami perbaikan.

“Kasus stunting di Kolaka saat ini di bawah 14 persen dari standar yang harus dicapai pada 2024 yaitu 14 persen. Kita patut bersyukur pada 2021 ini sudah bisa menurunkan stunting dengan persentase 12,2 persen. Ini menggambarkan kinerja teman-teman di Kolaka dalam melakukan penanganan stunting di Kolaka mulai terlihat,” tambah Harun.

Meski mengalami penurunan, namun langkah pencegahan  harus terus dilakukan, utamanya intervensi terhadap data yang ada. Dengan begitu saat evaluasi akhir kinerja tahunan, akan bisa terlihat pada data 2021 bahwa angka stunting di Kolaka bisa turun dan dicegah.

“Pencegahan stunting bukan sepenuhnya (tanggung jawab) dari Dinas Kesehatan, namun semua sektoral masuk dalam wilayah ini, baik dari dunia usaha, maupun media diharapkan masuk dalam menyosialisasikan pencegahan stunting,” tambahnya.

Menurutnya ujung tombak penanganan stunting adalah 1.000 hari pertama kehidupan dari janin sampai anak usia dua tahun. Oleh sebab itu,  masyarakat perlu membangun kesadaran sejak usia kehamilan dengan tetap mengunjungi posyandu  secara teratur dan memeriksa kehamilan sampai pada usia anak lima tahun.

“Selain itu kita juga berharap masyarakat bisa sadar akan perilaku hidup sehat, serta makan makanan yang bersih dan bervitamin untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan ibu,” tuturnya. (***)

Wartawan : Dadang













Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *